Seniman Indonesia, Franki Raden, Menjadi Konsultan di Pusat Kebudayaan UIII

UIII.CO.ID, DEPOK – Raden Franki Suryadarma Notosudirdjo, juga dikenal sebagai Franki Raden, menerima gelar PhD dalam bidang etnomusikologi dengan anak di bawah umur dalam seni pertunjukan dan studi Asia Tenggara dari University of Wisconsin-Madison.

Saat ini menjabat sebagai konsultan di Pusat Kebudayaan perpustakaan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Ia akan mengkoordinir seluruh kegiatan budaya di UIII, mulai dari konsep hingga penyelesaian.

Sebelumnya, ia telah menerima banyak penghargaan artistik dan penelitian dari lembaga bergengsi seperti Civitella Ranieri Foundation (Italia), Asian Cultural Council (New York), Ford Foundation (USA), Henry Luce Foundation (USA), Social Science Research Council (USA). ), Universitas Seni Guangxi (Cina), dan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Republik Korea.

Ia juga menerima penghargaan CITRA paling bergengsi untuk Skor Film Terbaik untuk “November 1828” (1978) dan “Nagabonar” (1986) di Festival Film Indonesia (FFI). Karya-karyanya telah dipentaskan di Indonesia, Korea, Jepang, Uzbekistan, Kazakhstan, Australia, Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat.

Sejak tahun 1975, ia aktif sebagai kritikus musik dan budaya, menerbitkan artikel tentang seni dan budaya di majalah lokal dan internasional bergengsi dan buku-buku seperti The New Grove Dictionary of Music and Musicians, Recollecting Resonances: Indonesia-Dutch Musical Encounters ( KITLV), dan Inspirasi Ilahi (Oxford University Press).

Selain itu, dari tahun 2003–2005, ia menjadi asisten profesor di Program Studi Budaya Seni Rupa di Universitas York, Toronto. Dari 2006–2007, ia mengajar di Program Seni Visual dan Pertunjukan, Departemen Humaniora, Universitas Toronto.

Dari 2007-2008, ia menjadi Visiting Fellow di Departemen Studi Asia Tenggara di National University of Singapore. Pada tahun 2010, ia mendirikan Orkestra Nasional Indonesia (INO), sebuah orkestra beranggotakan 45 orang yang terdiri dari instrumen asli Indonesia. Terakhir, sejak 2011 hingga sekarang, ia aktif menyelenggarakan acara seni dan budaya di seluruh Indonesia.