Greg Barton: Proyek Seperti Kampus UIII Pasti Dibutuhkan

UIII.AC.ID, DEPOK – Profesor Riset dan Ketua Politik Islam Global Institut Kewarganegaraan dan Globalisasi Alfred Deakin, Greg Barton, berkesempatan menjadi pembicara pada acara brownbag series yang digelar Fakultas Ilmu Sosial pada Rabu, 12 Oktober. , 2022.

Pada kesempatan ini, ia berbicara tentang pengembangan masyarakat dan tanggapan terhadap ekstremisme kekerasan dan kebencian dan kekerasan konflik di Afrika Timur dan Asia Tenggara. Ia mengatakan bahwa topik tersebut relevan dengan penelitian yang telah ia geluti selama tiga dekade terakhir.

Dia juga menyatakan bahwa selama dua dekade terakhir dia telah bekerja untuk memahami ekstremisme kekerasan dan bekerja dengan masyarakat sipil untuk melawan ekstremisme kekerasan. Namun sebelum itu, ia telah lama meneliti masyarakat sipil dan ide-ide Islam progresif.

“Tetapi sebelum itu, saya telah menghabiskan waktu lama meneliti masyarakat sipil dan pemikiran Islam progresif, dan proyek penelitian tiga tahun di Indonesia, Filipina, Mozambik, dan Kenya ini adalah tentang mencari tahu apa yang bisa dan harus kita lakukan. Yang harus diwaspadai ketika melakukan pengembangan masyarakat dan intervensi kemanusiaan di wilayah yang berhadapan dengan masalah kebencian, kekerasan, dan konflik adalah bagaimana kita dapat lebih mengintegrasikan apa yang kita lakukan sehingga membawa kebaikan yang lebih universal, ”katanya.

Menurutnya, ini merupakan penelitian baru, sehingga masih belum ada kesepakatan umum mengenai hal-hal tersebut. Namun, dia merasa bahwa kelompok masyarakat sipil, aktivis yang diilhami oleh nilai-nilai agama, khususnya Islam, telah memainkan peran yang sangat vital dalam melawan kebencian dan ekstremisme. “Dan proyek ini adalah upaya untuk mendokumentasikan dan memahaminya dengan lebih baik,” katanya.

Senang berada di UIII

Greg Barton menjelaskan bahwa dirinya merasa terdorong untuk melihat langsung kampus UIII. Selain itu, dengan datang langsung ke kampus UIII, ia merasa optimis dengan proyek kampus UIII. “Sudah lama Islam Indonesia menjadi semacam rahasia, antara lain karena kendala bahasa, dan masyarakat belum menghargai tingkat aktivitas intelektual, kreativitas, dan kedalaman pemahaman yang telah dikembangkan di Indonesia,” dia telah menyatakan.

Menurutnya, Indonesia adalah lingkaran Muslim dunia secara geografis, dan secara intelektual merupakan pusat Islam dunia. Namun, untuk mengkomunikasikan hal ini kepada dunia, menurutnya, proyek seperti kampus UIII sudah pasti dibutuhkan.

“Saya memiliki optimisme yang besar bahwa ini akan berjalan jauh. Ini tentu saja bermanfaat bagi Indonesia, tetapi ini lebih dari sekadar Indonesia sendiri. Seluruh dunia, seluruh planet, harus banyak belajar dari Indonesia. , termasuk dalam toleransi dan pemahaman beragama. Jadi saya pikir luar biasa pada tahun 2022 kita mulai melihat ini membuahkan hasil,” kata Greg. (ANJ)